Kelak kau akan berterima kasih, pada rasa sakit yang pernah teramat perih meranggas di hatimu. Rasa sakit itu bukan semata untuk menciptakan tangis yang deras di pipimu, melainkan untuk melukis pelangi di wajahmu. Tanpa rasa sakit, kau tidak akan pernah tahu betapa berharganya proses menyembuhkan.


Kelak kau akan mensyukuri, segala rupa luka yang membiru di dalam dadamu. Warna itu tidak lantas menjadikanmu lemah, ruang kecewa tanpa batas yang selalu kau lapangkan nantinya akan mampu menjadikanmu lebih tabah.



Kelak kau akan tersenyum, pada ingatan-ingatan duka yang bersemayam di dalam kepalamu. Segala kenangan itu yang memberimu waktu untuk tidak belajar melupa, melainkan belajar untuk memberi ruang lebih untuk hal-hal bahagia.



Kelak kau akan mampu melegakan segala sesak yang membunuh hati dan isi kepalamu. Pada saat waktu itu tiba, jiwamu telah terlahir kembali dengan kukuh. Ruang penerimaanmu untuk segala garis kehidupan akan dikelilingi ikhlas yang utuh, serta sabar yang tak hanya separuh.


-hujankopisenja-

0 Komentar