Oke, jadi ini berawal dari obrolan saya dengan seseorang yang berjenis kelamin laki-laki, dan saya sendiri berjenis kelamin perempuan (so, buat yang masih ngira kalo hujankopisenja itu cowok, lekas kembali ke jalan yang benar) .
.
Kami (saya dan teman saya, sebut sama him) sedang asyik-asyiknya membahas gender. Tapi bahasan kami bukan bahasan yang serius seperti emansipasi, kesamaan derajat, dan lain sebagainya yang terlalu luas. Obrolan kami hanya obrolan ringan seputar cecintaan yang remeh di kalangan anak cucu adam.
.
Kadang suka sedih deh, melihat orang-orang yang terlalu menganggap dirinya lemah di hadapan orang lain. Lemah yang saya maksud di sini adalah yang merasa dirinya benar dan terus disakiti orang lain, padahal yo kenyataannya enggak gitu.
.
Back to topic yang sebenarnya, tiba-tiba muncul pertanyaan dalam kepala saya, “kenapa sih laki-laki yang terus disalahkan dan dituding menyakiti oleh perempuan, perihal cinta yang berakhir dengan tidak baik-baik saja.”
.
Padahal, coba dilihat dulu kasusnya, dibuka dulu pikirannya, apa masalahnya, baru mikir siapa yang salah. Beda cerita kalau diselingkuhin (ini sih cowoknya pengecut, kalau mau sama cewek lain ya putusin dulu, gentle dong), dikasarin secara fisik (ini sih banci, kecuali tuh cewek lu ajak tanding sekalian di arena silat atau apalah apalah), atau diapain yang bener-bener bikin si ceweknya kenapa-napa.
.
Nah, masalahnya, jaman sekarang itu “ditinggal tidur”, “dicuekin dikit karena cowoknya sibuk main game”, dsb udah dianggap sebagai sebuah kejahatan cowok ke cewek. Ayolah girls, masa kita selemah itu sih? Masa kita semenye-menye itu sih? Udah 2019 nih, kasian hatinya kalau cuma mikirin “cowok nggak bisa ngertiin maunya kita, cowok nggak bisa paham pemikiran kita, cowok egois mentingin diri sendiri dan kesibukannya, bla bla bla.” Duh girls, mereka juga manusia, mereka bukan cenayang atau komputer yang bisa baca kodingan dari isi kepala kalian.
.
Yes, saya paham kalau mayoritas perempuan menggunakan hati dibanding logika. Tapi ya ‘kan kita juga jangan terus-terusan minta dimengerti kalau kita belum berusaha mengerti mereka, dan belum berusaha bersikap untuk dimengerti sama mereka. Ngobrol deh banyak-banyak sama mereka, saling ungkapin dan tukar pikiran. Biar saling tau maunya gimana. Kalau udah ngobrol, tapi masih juga merekanya nggak berubah, kitanya juga nggak berubah, ya mungkin itu definisi dari tidak cocok. So, lepaskan.
.
Tujuannya ngobrol kan nyari penyelesaian, bukan saling memaksakan ego. Harus sama-sama terbuka pikirannya, dan harus sama-sama lapang hatinya. Intinya, jangan lagi berpikir, “ya kita kan cewek, wajar kalau cengeng, wajar kalau manya begini begitu, toh cowok juga maunya dipahamin begini begitu dsb.”
.
Bukan masalah gendernya, tapi individunya. Belajar lah mulai menempatkan diri sebagai pribadi yang tau keadaan. Laki-laki dan perempuan emang beda, udah kodratnya beda, tapi bukan berarti itu dijadikan alasan menangin ego dan mengastakan perasaan. Melainkan untuk saling melengkapi, menjaga keseimbangan semesta. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan kelebihan serta kekurangan masing-masing untuk saling menyempurnakan, bukan buat saling gencatan senjata minta diakui dan dianggap benar.
.
Buat cowok, mikir juga, jangan jadi jumawa dan semena-mena sama cewek. Kalau merekanya ngambek, ditanya, kalau nggak jawab ya tanya lagi. Kalian kan mayoritas dianggap nggak peka, makanya banyak nanya, biar tau mereka kenapa.
.
Laki-laki dan perempuan sama-sama manusia. Kalau ada sifat-sifat yang nggak baik, jangan generalisasi gendernya, tapi lihat individunya. Ayolah, mulai berkaca sebelum menyalahkan. Mulai introspeksi sebelum mengoreksi. Mulai menata diri sebelum mendikte orang lain. Karena kalau mengubah diri sendiri aja nggak bisa, gimana mau mengubah orang lain.
.
So, daripada mikirin “kok dia nggak ngertiin kita sih”, mendingan banyak-banyak ngobrol sama diri sendiri untuk membaik. Sekian ngocehnya, saya pun sebagai perempuan masih banyak banget kekurangan, dan tidak bermaksud menggurui. Cuma menyuarakan pikiran yang mengganjal aja. Nggak minta disetujui juga pemikirannya. Ini reminder buat diri saya sendiri, ya syukur-syukur bisa jadi reminder buat yang baca juga. *auto dihujat sama orang banyak abis ini hehehehe jangan dong ya, ku kan sayang kalian ehgimana*
.
Love you gaes ~~

0 Komentar